Kapal Tenggelam Di Danau Toba

Posted on

Kapal Tenggelam Di Danau Toba – Kondisi Danau Toba dalam proses evakuasi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di hari kedua. (dok. Pemerintah Danau Toba/Reza Efendi)

, Medan – Berita 3 besar hari ini, meski data manifes penumpang kapal yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumut masih simpang siur, namun diperkirakan jumlah penumpang yang naik sekitar 200 orang.

Kapal Tenggelam Di Danau Toba

Nahkoda paling bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal kayu tersebut pada Senin sore, 18 Juni 2018.

Pencarian Hari Ketiga, Dua Jenazah Tki Kapal Tenggelam Ditemukan

Sementara itu, seorang turis asal Prancis menjadi korban ulah cabul seorang pemandu wisata lepas yang mengajaknya melihat keindahan Labuan Bayo di Kabupaten Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Nama kaptennya, K.M. Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba ternyata tidak tercantum dalam daftar korban selamat atau hilang. Ini tidak biasa.

Namun, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty tidak menjelaskan siapa yang mengemudikan KM Sinar Bangun saat tenggelam pada Senin sore, 18 Juni 2018.

“Kami tetap menyediakannya. Kita tidak bisa mengatakan di mana itu. “Kalau kita ucapkan, bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan bersama-sama,” ujarnya.

Infografis: Deretan Insiden Kecelakaan Kapal Di Danau Toba

Seorang warga setempat diduga memperkosa seorang wanita Prancis di Labuan Bayo. Pria lokal berinisial A ini dikenal sebagai pemandu wisata lepas.

Aksi bejatnya itu ia lakukan setelah menemani seorang wanita asal Prancis berinisial MB.

Seorang bayi yang baru lahir menjadi korban kekejaman ibu kandungnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumut). Nuraisa mencabut senjata tajam di beberapa bagian tubuh anaknya.

Pembunuhan sadis ini terungkap setelah salah satu warga menemukan jenazah seorang bayi dalam kondisi mengenaskan pada Minggu, 17 Juni 2018, tak jauh dari rumah tersangka. Tim SAR gabungan sedang mencari korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. (/Reza Effendi)

Kapal Tenggelam Di Perairan Tokaka, 13 Korban Masih Dicari

, Jakarta – Air mata keluarga korban perahu yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, belum juga kering. Mereka juga tak mau beranjak dari tepi danau hingga terdengar kabar keberadaan orang yang mereka cintai.

Sedih, lelah, dan marah semua bercampur menjadi satu. Lebih lanjut, mereka mendengar sejumlah kejanggalan terkait kapal yang tenggelam pada Senin, 18 Juni 2018. Salah satunya adalah penangkapan Kapten K.M. Sinar Bangun.

Kapolsek Simalungun AKBP Marudut Liberty tidak mau membeberkan siapa yang menjemput CM Sinar Bangun saat tenggelam. Alasannya untuk menjaga keamanan.

“Kami tetap menyediakannya. Kami tidak dapat menemukan di mana itu. Jika kita melakukannya, itu dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Kejadian ini masih kami selidiki,” kata Marudut.

Top 3 Berita Hari Ini: Di Mana Nakhoda Saat Kapal Tenggelam Di Danau Toba?

“Itu aneh. Saat mengungkap kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, dalam daftar korban selamat dan hilang, tidak ditemukan nama nakhoda. Kaptennya masih di darat,” kata Marudut.

Peminjam juga menggunakan kapal untuk mengangkut penumpang berkali-kali lipat dari yang seharusnya. Kabarnya, KM Sinar Bangun hanya berkapasitas 40 penumpang dalam satu waktu sesuai standar pelayaran. Namun, kapal tersebut mengangkut hampir 200 orang saat itu.

Spesifikasi kapal yang tenggelam di Danau Toba itu tidak sesuai dengan sertifikat yang menyebutkan panjang 17 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 1,5 meter. Padahal, ketinggian kapal mencapai 3 lantai.

* Fakta atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebar, silahkan WhatsApp Fact Checker Nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukan kata kunci yang diinginkan.

Poldasu Selidiki Over Kapasitas Km Sinar Bangun

Tim SAR menggunakan teropong saat proses pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumut, Rabu (20/6). Sebelumnya, pada Senin (18/6) sore, KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba dengan membawa 128 penumpang. (AP/Binsar Bakara)

Pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba terus dilakukan hingga Kamis (21/6/2018) sore. Tim pencarian dibatasi oleh beberapa faktor dalam menemukan korban.

“Kapasitas penyelaman personel dan peralatan (pendeteksi) terbatas,” kata Kepala SAR Medan Budiyawan usai panggilan tim gabungan ke pelabuhan Tiga Ras Simalungun yang menjadi lokasi tim SAR, Kamis.

Kedalaman lokasi dugaan tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun diperkirakan mencapai 460 meter. Sedangkan jangkauan navigasi alat pencari hanya mencapai 350 meter.

Fakta Pilu Korban Km Sinar Bangun Tenggelam Di Danau Toba

Pada hari keempat pencarian korban, tim SAR mengerahkan alat sounder kedalaman hingga 600 meter dari Pushidorosal TNI AL.

, ketinggian air Danau Toba yang dingin juga menjadi kendala bagi para penyelam, sehingga penyelaman dibatasi hingga kedalaman 50 meter.

Upaya pencarian korban tenggelam, K.M. Sinar Bangun juga dilakukan di permukaan dengan menurunkan 200 orang dari total 366 anggota tim gabungan. Sebanyak 10 perahu dikerahkan, termasuk perahu motor dan perahu warga setempat.

Sasaran pencarian berada di Laut Tenggara melawan arah angin dengan radius 6-10 kilometer dari koordinat titik tenggelamnya kapal.

Kunjungan Kerja Menteri Sosial Ri Di Danau Toba Tinjau Lokasi Musibah Kapal Tenggelam > Lantamal1 > News

TNI juga mengirimkan peralatan khusus yang dapat menentukan lokasi KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.

Usai rapat koordinasi penanggulangan di Kantor Pos Terpadu Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto mengatakan, tim gabungan yang dikoordinir Basarnas melakukan pencarian maksimal terhadap bangkai kapal di Danau Toba.

“Dibantu instansi lain, Basarnas melakukan pencarian permukaan dengan berbagai teknik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas,” kata Panglima TNI.

Namun untuk menentukan lokasi KM Sinar Bangun di bawah permukaan air, Basarnas membutuhkan peralatan khusus. Oleh karena itu, TNI akan mengirimkan perlengkapan yang dimiliki TNI Angkatan Laut.

Lagi Kapal Tenggelam, Ketua Dpr Dorong Kementerian Perhubungan Benahi Manajemen Pelabuhan

Jika Basarnas dapat menentukan lokasi kapal dengan peralatan ini, akan disusun rencana teknis untuk mengambil lambung kapal dan mengambil korban.

Petugas Basarna melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (20/6). Hingga hari ketiga, 18 penumpang selamat, dua meninggal, dan 160 lainnya masih dalam pencarian. (AP/Binsar Bakara)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta Badan SAR Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri untuk segera mempercepat pencarian korban kapal karam KM Sinar Bangun yang selama ini belum ditemukan.

“Terkait korban hilang, saya minta Basarnas, TNI, Polri, BNPB untuk mencari dan menyelamatkan korban secepatnya. “Kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada,” kata Jokowi.

Foto: Situasi Di Danau Toba Setelah Kapal Sinar Bangun Tenggelam

Jokowi mengaku telah menerima laporan dari Menteri Perhubungan dan Kepala Badan SAR Nasional terkait tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Dia meminta pihak terkait segera menyelesaikan masalah tersebut Tim SAR gabungan sedang mencari korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. (/Reza Effendi)

, Jakarta – Di hari ketiganya, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Marinir, dan Polri terus melakukan pencarian korban kapal yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin sore, 17 Juni 2018.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang milik penumpang. Seperti uang, dompet, dompet, handphone, helm, jaket dan drum plastik.

Selain medan yang sulit, kemampuan personel dan peralatan (pendeteksi) untuk menyelam terbatas, sehingga tim SAR tidak dapat menemukan korban lainnya.

Tragedi Kapal Tenggelam Yang Makan Banyak Korban Di 2018

Dinginnya air Danau Toba juga menjadi kendala bagi para penyelam, sehingga penyelaman dibatasi hingga kedalaman 50 meter dari titik kedalaman lebih dari 200 meter.

Saat ini, tim SAR baru menemukan 21 penumpang, terdiri dari tiga korban meninggal dunia dan 18 korban selamat. Dilaporkan oleh

Tiga korban tewas adalah Tri Suchi Wulandari, 24, warga Aceh Tamiang, Fajryanti, 74, warga Binjai, dan Indah Juvita Saragih, 22, warga Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Sekarang, baik yang mati maupun yang selamat dari K.M. Sinar Bangun dibawa ke Rumah Sakit Tuan Rondahaim di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, untuk perawatan lebih lanjut.

Kapal Tenggelam Di Perairan Paser, 4 Penumpang Belum Ditemukan

Sejumlah pemeriksaan saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga akhirnya tidak ditemukan kejanggalan atau hal-hal aneh terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

* Fakta atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebar, silahkan WhatsApp Fact Checker Nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukan kata kunci yang diinginkan.

Lima tim besar dengan tugas berbeda dilibatkan dalam pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. (foto:/Reza Perdana)

Ternyata istilah penembak tidak hanya berlaku untuk kendaraan beroda empat atau dua. Kapal KM Sinar Bangun juga menggunakan nahkoda tembak.

Monumen Kapal Tenggelam Di Danau Toba Rampung Tahun Ini

Kejanggalan ini diketahui saat nama nakhoda, K.M. Sinar Bangun, tidak tercatat sebagai korban selamat atau hilang. Setelah diikuti, dia masih di darat.

Siapa nama nakhoda tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty belum mau membeberkan identitasnya. Sama halnya dengan kapten senjata yang membawa KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba.

Sedangkan Kapten K.M. Sinar Bangun berinisial TS. Ia merupakan warga Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Kepada polisi, TS. Ia mengaku pernah meminjamkan perahunya kepada seseorang yang bisa mengangkut penumpang.

“Saat ini, kami masih mengamankan T.S. Kita tidak bisa mengatakan di mana itu.

Belajar Dari Km Sinar Bangun Yang Tenggelam Di Danau Toba

Tim SAR menggunakan teropong saat proses pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumut, Rabu (20/6). Sebelumnya, pada Senin (18/6) sore, KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba dengan membawa 128 penumpang. (AP/Binsar Bakara)

Dalam kondisi cuaca yang cukup berkabut, kapal kayu tersebut berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras Parapat, Kabupaten Simalungun.

Namun setelah bencana terjadi, tersiar kabar bahwa jumlah penumpang yang tenggelam mencapai ratusan orang. Hal ini berdasarkan laporan dari warga yang meyakini keluarganya ikut serta dalam pelayaran naas itu.

Apakah ini berarti kapal kelebihan muatan? Ya. Karena dari versi polisi setelah melihat sertifikat KM Sinar Bangun, perahu kayu tersebut hanya mampu menampung 40 penumpang.

Sudah Tiga Korban Tewas Kapal Tenggelam Di Danau Toba Ditemukan

Versi lain diungkap Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kapal berbobot 35 gross tonnage (GT) hanya mampu mengangkut 43 orang.

Anggota keluarga melihat daftar korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di lepas Danau Toba, Sumut, Selasa (19/6). Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan tim gabungan Bazarnas, marinir, dan kepolisian. (Jon NST/AFP)

Jumlah penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba masih belum diketahui. Karena setelah dilakukan penyelidikan, kapal kayu tersebut tidak memiliki data manifes yang berisi data penumpang.

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karja

Keanehan Tragedi Kapal Tenggelam Di Danau Toba

Kapal tenggelam danau, cottage di danau toba, danau toba di, hotel di danau toba, tenggelam di danau toba, kuliner di danau toba, villa di danau toba, penginapan di danau toba, kapal di danau toba, danau toba di medan, homestay di danau toba, resort di danau toba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *